
Part; 1
Pria
berbadan tinggi, putih, bermantel biru gelap, mengenakan kacamata sepertinya
itu produk luar prterus menarik kopernya sampai kepintu depan bandara sampai
ada seorang pria paruh baya yang mengenakan jas serta berdasi rapi yang
menawarkan untuk membawa koper pria tersebut. Mungkin pria paruh baya itu
adalah sopir atau pengawalnya, jadi pria itu orang kaya ??
“maaf,
membuat anda kesulitan seperti ini. Ijinkan aku untuk membawa koper Anda”
katanya sambil memindah tangaankan koper yang semula dibawa pria muda itu ke
pria paruh baya. Tetapi tak ada respon dari pria itu, dia hanya menyerahkan
saja kopernya lalu masuk kedalam mobil mewah yang ada di depannya tanpa ada
sepakatah katapun.
”moshi
moshi, sekarang aku telah tiba di Jepang sebaiknya ayh tidak perlu mengirimkan
sopir untukku, ini membuatku terganggu”. Dia langsung meenutup ponselnya.
“bagaimana
labar Anda saat belajar di Inggris ?” sopir itu menanyakan sesuatu pada anak
majikannya mungkin karena dia .
“biasa
saja” pria itu lagi-lagi bersifat dingin. Namun sopirnya hanya tersenyum karena
dia tahu kalauu anak majikannya itu akhir-akhir ini sering bersiffat dingin.
“ayah
anda pasti bangga kalau meempunyai putra seperti Anda, Anda lulus dengan nilai
yang sempurnya dari universitas ternama di Inggris dan mendapatkan gelar
doktor. Tidak semua orang bisa seperti anda. Anda beruntung sekali. Anda harus
bangga itu
“apakah
itu sesuatu yang harus dibanggakan” setelah pria itu menanyakan pertanyaannya
kepada sopirnya tiba-tiba saja sopirnya berhenti sejenak seolah dia mencari
jawaban yang bagus untuk memuaskan hati anak majikannya.
“sudah
lah tidak perlu dijawab. Itu bukan sesuatu yang penting” lalu dia melihat
kearah kaca mobil yan disisi kirinya sambil berkata “bangga ?? adakalnya aku
bangga tetapi orang akan beranggapan lain dariku. Karna aku selalu tidak pus atas apa yang telah kudapat aku
selau memiliki rasa tamak dalam diriku. Kemampuanku sendiri tidak diakui oleh
orang lain karena aku adalah anak ayahku aku bersekolah diluarnegeri dianggap
karena ayahku, aku memenangkan olimpiade dianggap karena ayahku, aku lulus
dengan nilai bagus dianggap karena ayahku dan sekarang aku mnedapatkan gelar
doctor dianggap karena yahku. Apanya yang harus kubanggakan ?”
“apakaah
Anda ingin ddiakui kemampuan anda sendiri ari semua orang ?” belum sempat pria
itu menjawab pertanyaan dari sopirnya tiba-tiba saja....
SSSSSSSSSSSREEEEET...’’
mobil itu terhenti.
“Ad
apa ?” kata pria tersebut dengan terkejutnya. “sepertinya kita menabrak
sesuatu, sebentar biarkan aku mengeceknya keluar” sopir itu keluar hendak
melihat sesuatu yang hampir ia tabrak. Tetapi alhasil sopir itu malah melihat
seekor kucing betina yang berada tepat di ban mobil depan yang dikendarainya.
Ternya
hanya seekor kucing,,, hussh sana pergilah..” sopir beusaha mengusir kucing
yang sedang duduk disamping ban mobil depannya namun ada sesosok gadis berambut
sepanjang bahu mengeenakan seragam berwarna putih dibelakangya
“paman,
bersikaplah agak sopan pada binatang, apalagi sama kucing bukankah dia itu
sangat lucu ?” nasehatnya sambil mengangkat kucing itu didekapannya.
“kucing
itu mengganggu jalanku, masih untuk tidak kutabrak” tiak kalah sopir itupun
membela diri.
“pasti
paman tidak fokus mengendarai mobil, makanya paman hampir menabrak kucing ini
kalu memang tertabrak bagaiman ? apa paman ingin bertanggung jawab ? kalau
menyetir itu harus berhati-hati supaya tidak terjadi kecelakaan. Kebanyakan
kecelkaan itu pengemudinya itu tidak fokus pada saat menyetir. Mungkin anda
bisa dituntut”
“dasar
anak ini,,, berani-beraninya menasehatiku” swepertiny atmosfer antara merema
berdua semakin memanas. Melihat ituasi seperti itu pri muda itu memutuskan
untuk keluar dari mabil. ”terdengar beisik sekali dari dalam memangya ada
masalah apa ?”sambil keluar dari mobilnya lalu melihat kearah sopir dan orang
yang berada didepanya namun pria itu sedikit terkejut pada gadis yang semula
bertengkar dengan sopirnya lalu melihat kearah pria itu.
“Kenji-kun
?? kau kah itu” gadis itu terkejut melihat kenji yang berada disamping mobil
rupanya dia adalah teman semasa dia kuliah dulu di jepang.
“benar
ini aku. Aku juga sedikit terkejut sama sepertimukan ? tidak kusangka kita
dapat bertemu seperti ini. Apa kabar Midori-chan ?”
“Rupanya kau masih hidup ? sudah lama kau tidak memberi
kabar kupikir kau sudah mati kedinginan di Inggris” lelucon yang tak pernah
hilang dari midori membuat sopir kenji terjengang.
“kau
ini bicara apa ?” cetus kenji dengan nada datar.
“gommen...gommen...
kau kan tahu kalu aku orangnya memang seperti ini aku tidak berubah. Tetapi kau
sangat berubah dulu wajahmu seperti asam klorida sekarang jadi sedikit tampan,
kau juga berambah tinggi, sebentar biar kuihat dulu... kau juga kereen” puji
midori sambil melihat kenji dari ujung kepala sampai ujung kaki sambil tangan
yang detekuk didagu midori”
Tetapi
kenji tidak merespon apapun dia hanya terdiam melihat kelakuan temannya itu
yang sma sekali tidak ada yang berubah dari dirinya meskipun sudah lama sekali.
“Kenji-kun
! kenapa kau diam saja” sambil menjentikkan jari-jarinya dihadapan kenji.
“tapi
aku tidak bisa berlama-lama disini aku harus pergi sekarang,, sampai nanti “
kenji langsung masuk kedalam mobil yang masih terbunyi suara mesinnya diikuti
oleh sopir kenji.
“kupikir
kau tidak akan kembali setelah berita itu aku kabarkan”midori hanya berbicara
sendiri sambilmelihat kearah mobil yang dinaiki kenji yang sudah jauh dari
tempatnya.
---o00o---
“pui-pui,,
tidak apa-apa mungkin dia hanya sedikit kelelahan pasti itu efek dari sinar
matahari di musim panas, kulitnya sangat sensitif sebaiknya kau lebih
memperhatikan saat perubahan cuaca seperti ini”
“benarkah
seperti itu ? memang pada saat musim panas kemarin aku mengajaknya piknik ke
pantai. Apa karena itu yach,, tetapi terima kasih sudah memberi tahuku akan hal
itu” kata wanita pada midori sambil membawa binatang ppeliharaanya pulang.
“hati-hati
di jalan yach,, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk datang lagi” sapa midori
pada pelanggan dengan senyum yang tersungging dibibirnya. Kelihatannya midori
sangat menyukai pekerjaannya ini dia selalu bersemangat saat mengobati
binatang-binatang peliharaan dia juga sangat cermat akan kesehatan binatang.
Pekerjaan yang seperti memng sangat cocok dengan sesosok midori yang ceria ini.
“Kreeek”
pintu depan terbuka
“Selamat
datang, ada yang bisa saya bantu” salam midori dengan ramahnya kepada
pengunjung yang datang namun saat dia membuka matanya dia tersadar bahwa orang
yang datang bukanlah orang yang hendak memeriksakan binatang peliharaannya
kepada midori.
“kelihatanya
banyak sekali pengunjung disni sehingga kau tidak bisa membedakan diriku” gadis
yang melangkah kearah midori dengan mengenakan kemeja brwarna merah muda dan
kelihatannya dia sangat akrap denga midori.
“maaf
sakura-chan kupikir pengunjung. Ada hal apa kau datang kemari ? jarang kau
menemuiku sekarang ? celotehnya yang membut sakura tertawa kecil.
“benarkah
aku seperti itu ? jadi kau merasa kehilangan diriku ?” ditambah celotehan dari
sakura yang tidak mau kalah dengan midori.
“G...
aku kesal pada tamou-kun, semenjak kau bersamanya kau tidak punya waktu
bersamaku lagi” jelas midori denga wajah masamnya sambil membelkangi sakura.
“
sudahlahlah midori, itu membuatku geli, tujuanku kesini untuk meminta
bantuanmu. Boleh tidak ? kau kan masih temanku kan ?” bujuknya sambil memeluk
midori dari belakang.
“aku
harus bantu apa ?”
“besok
hari minggu temani aku ketoko buku yach,, KAU HARUS MAU” tegas sakura
“itu
namanya pemaksaan, kalau aku tidk bisa bagaimana ?”
“harus
bisa !! apa kau tega membiarkanku pergi sendirian. Itu kejam “ “kau kan bukan
anak kecil lagi kau bisa pergi sendiri lalu dimana tamou ? kenapa kau tidak
mengajaknya ? tanya midori pada sakura “dia hari minggu sibuk jadi dia tidak
bisa aku tidak mau mengganya, jadi bagaiman ? kau mau atau tidak ?”
“Baiklah....baiklah”
---oo0oo---
Hari
ini mereka pergiketoko buku yang dulu pernah didatangi oleh sakura pada saat
kuliah dulu sakura memang memiliki hobi membaca berbeda denga midori anak itu
lebih suka kalau menonton film. Dulu sewaktu dia masih duduk di SMA dia bela-belain
menyisishkan uang sakunya meskipun itu saat musim panas tetapi dia masih
menyisihkan demi untuk menonton Film di bioskop pantas saja dia hafal daftar
film dari jaman dia SMA hingga sekarang.
“dari
tadi tidak ada satupun buku yang ingin kau beli padahal kita sudah
berputar-putar melihat buku sampai mataku mau jadi rabun” keluh Midori tapi
tidak diperhatikan oleh sakura dia masih sibuk membaca-baca sampul yang
kesimpulannnya karena kalau dia membuka sampul itu berarti dia harus
membayarnya.
“Sakura-chan...!!
sudah berapa lama lagi aku harus menunggu, cepatlah sedikit !! memangnya kau
cari buku apa sich,,?” Midori sudah mulai kesal
“diamlah,
kalau kau tidak tahan melihat buku-buku yang bertumpukan maka tunggulah aku
didepan saja”
“kalau
tahu begini aku tidak akan mau menemanimu ketoko buku !” sesal Midori tapi
tetap tidak didengar oleh sakura. Lalu Midori pergi kedepan toko tetapi saat
dia melangkah keluar dia melihat Kenji yang juga ada didepan pintu yang hendak
masuk kedalam toko itu. Keduanya saling trdiam cukup lama tana keluar sepatah
katapun dari mulut mereka.