Sabtu, 02 Mei 2015

Please, forgoten part 1




Please,,, Forgetten !!


Part; 1
Pria berbadan tinggi, putih, bermantel biru gelap, mengenakan kacamata sepertinya itu produk luar prterus menarik kopernya sampai kepintu depan bandara sampai ada seorang pria paruh baya yang mengenakan jas serta berdasi rapi yang menawarkan untuk membawa koper pria tersebut. Mungkin pria paruh baya itu adalah sopir atau pengawalnya, jadi pria itu orang kaya ??
“maaf, membuat anda kesulitan seperti ini. Ijinkan aku untuk membawa koper Anda” katanya sambil memindah tangaankan koper yang semula dibawa pria muda itu ke pria paruh baya. Tetapi tak ada respon dari pria itu, dia hanya menyerahkan saja kopernya lalu masuk kedalam mobil mewah yang ada di depannya tanpa ada sepakatah katapun.
”moshi moshi, sekarang aku telah tiba di Jepang sebaiknya ayh tidak perlu mengirimkan sopir untukku, ini membuatku terganggu”. Dia langsung meenutup ponselnya.
“bagaimana labar Anda saat belajar di Inggris ?” sopir itu menanyakan sesuatu pada anak majikannya mungkin karena dia .
“biasa saja” pria itu lagi-lagi bersifat dingin. Namun sopirnya hanya tersenyum karena dia tahu kalauu anak majikannya itu akhir-akhir ini sering bersiffat dingin.
“ayah anda pasti bangga kalau meempunyai putra seperti Anda, Anda lulus dengan nilai yang sempurnya dari universitas ternama di Inggris dan mendapatkan gelar doktor. Tidak semua orang bisa seperti anda. Anda beruntung sekali. Anda harus bangga itu
“apakah itu sesuatu yang harus dibanggakan” setelah pria itu menanyakan pertanyaannya kepada sopirnya tiba-tiba saja sopirnya berhenti sejenak seolah dia mencari jawaban yang bagus untuk memuaskan hati anak majikannya.
“sudah lah tidak perlu dijawab. Itu bukan sesuatu yang penting” lalu dia melihat kearah kaca mobil yan disisi kirinya sambil berkata “bangga ?? adakalnya aku bangga tetapi orang akan beranggapan lain dariku. Karna aku selalu  tidak pus atas apa yang telah kudapat aku selau memiliki rasa tamak dalam diriku. Kemampuanku sendiri tidak diakui oleh orang lain karena aku adalah anak ayahku aku bersekolah diluarnegeri dianggap karena ayahku, aku memenangkan olimpiade dianggap karena ayahku, aku lulus dengan nilai bagus dianggap karena ayahku dan sekarang aku mnedapatkan gelar doctor dianggap karena yahku. Apanya yang harus kubanggakan ?”
“apakaah Anda ingin ddiakui kemampuan anda sendiri ari semua orang ?” belum sempat pria itu menjawab pertanyaan dari sopirnya tiba-tiba saja....
SSSSSSSSSSSREEEEET...’’ mobil itu terhenti.
“Ad apa ?” kata pria tersebut dengan terkejutnya. “sepertinya kita menabrak sesuatu, sebentar biarkan aku mengeceknya keluar” sopir itu keluar hendak melihat sesuatu yang hampir ia tabrak. Tetapi alhasil sopir itu malah melihat seekor kucing betina yang berada tepat di ban mobil depan yang dikendarainya.
Ternya hanya seekor kucing,,, hussh sana pergilah..” sopir beusaha mengusir kucing yang sedang duduk disamping ban mobil depannya namun ada sesosok gadis berambut sepanjang bahu mengeenakan seragam berwarna putih dibelakangya
“paman, bersikaplah agak sopan pada binatang, apalagi sama kucing bukankah dia itu sangat lucu ?” nasehatnya sambil mengangkat kucing itu didekapannya.
“kucing itu mengganggu jalanku, masih untuk tidak kutabrak” tiak kalah sopir itupun membela diri.
“pasti paman tidak fokus mengendarai mobil, makanya paman hampir menabrak kucing ini kalu memang tertabrak bagaiman ? apa paman ingin bertanggung jawab ? kalau menyetir itu harus berhati-hati supaya tidak terjadi kecelakaan. Kebanyakan kecelkaan itu pengemudinya itu tidak fokus pada saat menyetir. Mungkin anda bisa dituntut”
“dasar anak ini,,, berani-beraninya menasehatiku” swepertiny atmosfer antara merema berdua semakin memanas. Melihat ituasi seperti itu pri muda itu memutuskan untuk keluar dari mabil. ”terdengar beisik sekali dari dalam memangya ada masalah apa ?”sambil keluar dari mobilnya lalu melihat kearah sopir dan orang yang berada didepanya namun pria itu sedikit terkejut pada gadis yang semula bertengkar dengan sopirnya lalu melihat kearah pria itu.
“Kenji-kun ?? kau kah itu” gadis itu terkejut melihat kenji yang berada disamping mobil rupanya dia adalah teman semasa dia kuliah dulu di jepang.
“benar ini aku. Aku juga sedikit terkejut sama sepertimukan ? tidak kusangka kita dapat bertemu seperti ini. Apa kabar Midori-chan ?”
“Rupanya  kau masih hidup ? sudah lama kau tidak memberi kabar kupikir kau sudah mati kedinginan di Inggris” lelucon yang tak pernah hilang dari midori membuat sopir kenji terjengang.
“kau ini bicara apa ?” cetus kenji dengan nada datar.
“gommen...gommen... kau kan tahu kalu aku orangnya memang seperti ini aku tidak berubah. Tetapi kau sangat berubah dulu wajahmu seperti asam klorida sekarang jadi sedikit tampan, kau juga berambah tinggi, sebentar biar kuihat dulu... kau juga kereen” puji midori sambil melihat kenji dari ujung kepala sampai ujung kaki sambil tangan yang detekuk didagu midori”
Tetapi kenji tidak merespon apapun dia hanya terdiam melihat kelakuan temannya itu yang sma sekali tidak ada yang berubah dari dirinya meskipun sudah lama sekali.
“Kenji-kun ! kenapa kau diam saja” sambil menjentikkan jari-jarinya dihadapan kenji.
“tapi aku tidak bisa berlama-lama disini aku harus pergi sekarang,, sampai nanti “ kenji langsung masuk kedalam mobil yang masih terbunyi suara mesinnya diikuti oleh sopir kenji.
“kupikir kau tidak akan kembali setelah berita itu aku kabarkan”midori hanya berbicara sendiri sambilmelihat kearah mobil yang dinaiki kenji yang sudah jauh dari tempatnya.
---o00o---
“pui-pui,, tidak apa-apa mungkin dia hanya sedikit kelelahan pasti itu efek dari sinar matahari di musim panas, kulitnya sangat sensitif sebaiknya kau lebih memperhatikan saat perubahan cuaca seperti ini”
“benarkah seperti itu ? memang pada saat musim panas kemarin aku mengajaknya piknik ke pantai. Apa karena itu yach,, tetapi terima kasih sudah memberi tahuku akan hal itu” kata wanita pada midori sambil membawa binatang ppeliharaanya pulang.
“hati-hati di jalan yach,, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk datang lagi” sapa midori pada pelanggan dengan senyum yang tersungging dibibirnya. Kelihatannya midori sangat menyukai pekerjaannya ini dia selalu bersemangat saat mengobati binatang-binatang peliharaan dia juga sangat cermat akan kesehatan binatang. Pekerjaan yang seperti memng sangat cocok dengan sesosok midori yang ceria ini.
“Kreeek” pintu depan terbuka
“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu” salam midori dengan ramahnya kepada pengunjung yang datang namun saat dia membuka matanya dia tersadar bahwa orang yang datang bukanlah orang yang hendak memeriksakan binatang peliharaannya kepada midori.
“kelihatanya banyak sekali pengunjung disni sehingga kau tidak bisa membedakan diriku” gadis yang melangkah kearah midori dengan mengenakan kemeja brwarna merah muda dan kelihatannya dia sangat akrap denga midori.
“maaf sakura-chan kupikir pengunjung. Ada hal apa kau datang kemari ? jarang kau menemuiku sekarang ? celotehnya yang membut sakura  tertawa kecil.
“benarkah aku seperti itu ? jadi kau merasa kehilangan diriku ?” ditambah celotehan dari sakura yang tidak mau kalah dengan midori.
“G... aku kesal pada tamou-kun, semenjak kau bersamanya kau tidak punya waktu bersamaku lagi” jelas midori denga wajah masamnya sambil membelkangi sakura.
“ sudahlahlah midori, itu membuatku geli, tujuanku kesini untuk meminta bantuanmu. Boleh tidak ? kau kan masih temanku kan ?” bujuknya sambil memeluk midori dari belakang.
“aku harus bantu apa ?”
“besok hari minggu temani aku ketoko buku yach,, KAU HARUS MAU” tegas sakura
“itu namanya pemaksaan, kalau aku tidk bisa bagaimana ?”
“harus bisa !! apa kau tega membiarkanku pergi sendirian. Itu kejam “ “kau kan bukan anak kecil lagi kau bisa pergi sendiri lalu dimana tamou ? kenapa kau tidak mengajaknya ? tanya midori pada sakura “dia hari minggu sibuk jadi dia tidak bisa aku tidak mau mengganya, jadi bagaiman ? kau mau atau tidak ?”
“Baiklah....baiklah”
---oo0oo---
Hari ini mereka pergiketoko buku yang dulu pernah didatangi oleh sakura pada saat kuliah dulu sakura memang memiliki hobi membaca berbeda denga midori anak itu lebih suka kalau menonton film. Dulu sewaktu dia masih duduk di SMA dia bela-belain menyisishkan uang sakunya meskipun itu saat musim panas tetapi dia masih menyisihkan demi untuk menonton Film di bioskop pantas saja dia hafal daftar film dari jaman dia SMA hingga sekarang.
“dari tadi tidak ada satupun buku yang ingin kau beli padahal kita sudah berputar-putar melihat buku sampai mataku mau jadi rabun” keluh Midori tapi tidak diperhatikan oleh sakura dia masih sibuk membaca-baca sampul yang kesimpulannnya karena kalau dia membuka sampul itu berarti dia harus membayarnya.
“Sakura-chan...!! sudah berapa lama lagi aku harus menunggu, cepatlah sedikit !! memangnya kau cari buku apa sich,,?” Midori sudah mulai kesal
“diamlah, kalau kau tidak tahan melihat buku-buku yang bertumpukan maka tunggulah aku didepan saja”
“kalau tahu begini aku tidak akan mau menemanimu ketoko buku !” sesal Midori tapi tetap tidak didengar oleh sakura. Lalu Midori pergi kedepan toko tetapi saat dia melangkah keluar dia melihat Kenji yang juga ada didepan pintu yang hendak masuk kedalam toko itu. Keduanya saling trdiam cukup lama tana keluar sepatah katapun dari mulut mereka.

1 komentar: